Separatisme Papua: Kegentingan Memaksa Sesungguhnya

Pemerintah harus serius menangani kegentingan di Papua, telah dilaporkan setidaknya 1.300 warga sipil yang terisolasi di Kampung Banti dan Kimbeli, dua kampung yang masih diduduki dan dikuasai oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Mereka mengangkat senjata dan memang sudah menyatakan perang terhadap pemerintahan Indonesia. Tujuannya adalah untuk meraih kemerdekaan melalui referendum baru bagi rakyat Papua sehingga mereka mampu memutuskan nasibnya sendiri. Inilah kegentingan memaksa yang sesungguhnya, bukan ‘memaksakan kegentingan’ lagi. Persoalan Papua bukanlah masalah baru, bahkan merupakan masalah tahunan dan kambuhan.

Dalam menanganinya, pemerintah ingin melakukan pendekatan yang soft. Hal ini nampak dari penamaan terhadap kelompok mereka sebagai KKB bukannya sebagai kelompok separatis, padahal sudah jelas tujuan mereka.  Perlu dijadikan sebagai fokus yaitu bentuk disintegrasi apapun itu harus ditangani secara serius. Pelepasan suatu wilayah dari suatu negeri akan mencederai kedaulatan negeri itu sendiri. Lebih dari itu, Indonesia dengan penduduk mayoritas muslim harus menyadari bahwa bentuk perpecahan/disintegrasi dilarang dalam Islam, bahkan ditetapkan sebagai sebuah keharaman. Dengan demikian, penguasa sebagai penyalur aspirasi masyarakat harus benar – benar tanggap dan serius mengatasi permasalahan ini.

Poin penting selanjutnya Continue reading

Mau Surat Pembaca (SP) kamu diterima? Kuy kepoin dulu putriefinda

Salam ‘alaykum sahabat putriefinda^^

Beberapa teman sering bertanya ke saya tentang gimana sih supaya surat pembaca (SP.red) di publish di media massa? Hemz.. mungkin karena beberapa tulisan saya termuat saja, oleh karenanya mereka bertanya. Tapi sejujurnya saya sepertinya belum pantas untuk memberikan tips and trick karena ibarat kata putriefinda mah masih bau kencur dalam perbidangan tulis menulis, hehe…

menulis

But, setelah saya pikir-pikir lagi sepertinya tidak ada salahnya juga untuk sharing sedikit pengalaman yang saya miliki. Iyakan? Tapi sebelumnya saya mohon maaf ya … karena pastinya tulisan ini masih sangat jauh dari kesempurnaan karena saya sendiri masih pada tahapan berproses babak belur ^^

Well, this is it sahabat: Continue reading

SP : Deklarasi Kebangsaan (Publish Republika 10/11/17)

Alhamdulillah SP putriefinda terpublish lagi, meski tidak lengkap ada yang terpotong tapi esensinya cukup bisa memperkuat opini ditengah umat bahwa sistem yang digunakan saat ini tidak tepat untuk kehidupan manusia.

Berikut isi SP yang terpublish di Republika:

Beberapa bulan terakhir, pemerintah gencar mengopinikan wawasan kebangsaan yang bertema menangkal radikalisme. Tak tanggung-tanggung, serangkaian acara besar dengan dana fantastis pun diselenggarakan.

Mulai dari deklarasi kebangsaan oleh para rektor pada September lalu, dilanjutkan deklarasi kebangsaan diperuntukkan bagi 4,5 juta mahasiswa yang diadakan di kota-kota besar di Indonesia. Namun, ada sejumlah hal yang perlu dikritisi.

Terkait tujuan dari wawasan kebangsaan untuk menangkal radikalisme adalah keliru. Sebab, radikal itu adalah akibat bukan sebab. Sehingga tidak layak radikalisme dijadikan sebagai sebab atau latar belakang menggencarkan optni wawasan kebangsaan.

Radikalisme itu bersifat global, bisa terjadi di mana saja. ‘Namun, di Indonesia hampir setiap permasalahan radikal. dikaiteratkan dengan gerakan Islam. Inilah bentuk kesalahan berpikir dan akan menimbulkan blunder.

Buktinya, baru-baru ini ada kelompok Islam yang dikriminalkan bahkan dibunuh dari aktivitas dakwahnya. Sedangkan, gerakan LGBT masih santai melenggang meracuni mahasiswa/mahasiswi di kampus, bahkan mereka tak lagi sungkan mendeklarasikan aktivitas yang menyimpang.

EFINDA PUTRI NORMASARI SUSANTO, YOGYAKARTA

Mau tau isi lengkapnya? Check this out: Continue reading

Salah kaprah: Jus vs Smoothie

Beberapa hari ini, saya gemar sekali mengkonsumsi buah di pagi hari, alasannya adalah karena ada waktu saja untuk membuatnya. Berbicara waktu sebenarnya masalah management saja sesungguhnya, mau tidaknya mengawali hari lebih awal dan mau tidaknya untuk membuatnya. Tak kalah penting, jelas.. ada tidaknya bahan dan tools yang mendukung. Hehe…

 

Di Yogyakarta khususnya, sekarang sedang musim mangga sehingga harganya jauh turun dibandingkan dengan sebelumnya. Sangat affordable untuk kantong anak rantau yang kuliah, apalagi yang sudah berjiwa mamak – mamak kekinian. Harus memiliki perencanaan financial yang matang ^^. Oke, walhasi terbuatlah smoothies sehat dengan beberapa rasa, ada jambu dan mangga, on going for the others.

Well, banyak orang salah mengira yang selama ini dikira jus Continue reading

Krisis Akut-Kronis Rohingya: Islam Solusi Paripurna

Benar, tingkat penderitaan krisis Rohingya hampir ‘Tak Terbayangkan’, pasalnya migrasi mereka ke Bangladesh untuk menghindari ethnic cleansing yang dilakukan oleh kaum Buddhist radikal di Myanmar tidaklah menjadi solusi karena mereka harus menghadapi masalah baru di negri tujuan mereka. Kondisi mereka tidaklah lebih baik dari tempat sebelumnya, bahaya kelaparan, kekeringan, hewan liar, longsor, dan lain sebagainya senantiasa menghantui. Selain itu, mereka juga harus menghadapi pemerintah Bangladesh yang saat ini telah mempermasalahkan keberadaan mereka. Dilansir oleh Radio Free Asia yang menyatakan bahwasanya pemerintah Bangladesh mempermasalahkan keberadaan ratusan ribu pengungsi Rohingya yang menempati daerah Cox’s Bazar karena telah menimbulkan bencana lingkungan [30/10]. Hingga akhirnya mereka pun mengirimkan petugas untuk menangkap beberapa pengungsi yang hanya ingin bertahan hidup dengan menebang kayu untuk bahan membangun kamp tenda – tenda dan kayu bakar. Terkait hal ini, pemerintah Bangladesh memberikan solusi berupa relokasi para pengungsi ke tempat lain. Ibarat keluar dari sarang biawak menuju sarang buaya, relokasi tanpa disertai fasilitas formal yang layak adalah bentuk solusi omong kosong  dari rezim yang tak tahu malu ini.

aksi-protes-krisis-rohingya-dari-chechnya-hingga-jakarta-nnQ-thumb

Pengungsi Rohingya juga merupakan manusia yang berhak untuk meraih hak – hak dasar hidupnya. Anak – anak Rohingya pun sama dengan anak – anak di belahan dunia lain yang mereka juga butuh pendidikan yang layak, kasih sayang dan rasa aman. Namun, sayang masa – masa indah mereka harus terenggut oleh rezim biadab Myanmar dan rezim hina Bangladesh. Krisis Rohingya tak kan pernah usai, bahkan semakin pelik dan mengerikan tanpa kehadiran Islam sebagai sebuah entitas ideologi yang diemban oleh negara (Khilafah).

Khilafah akan Continue reading