ISLAM MODERAT: MAMPUKAH MENJAWAB TANTANGAN KEBHINEKAAN?

Islam moderat merupakan isu hangat yang sedang ramai diperbincangkan. Seolah kompak, dari penguasa hingga tokoh masyarakat gencar menggaungkan terkait opini ini. Islam moderat digambarkan sebagai Islam jalan tengah, sebagaimana yang dinyatakan oleh RI 2 dalam kuliah umum di IAIN Manado.

Disisi yang lain, negeri dengan mayoritas muslim terbesar di dunia ini seolah terdapat dua kutub polarisasi kelompok Islam yang keduanya saling bertentangan yakni Islam Moderat dan Islam Radikal. Hal ini diungkap oleh KH Said Aqil Siradj yang merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama saat menghadiri undangan dalam peringatan hari lahir Nahdlatul Ulama ke-91.

Bahkan, wakil presiden Amerika Serikat (Mike Pence) turut menyanjung Islam Moderat di Indonesia dan dia berharap Islam moderat di Indonesia akan menginspirasi dunia.

Islam moderat terus diopinikan dalam rangka salah satunya untuk menjawab tantangan kebhinekaan di Indonesia, yang artinya adalah untuk mewujudkan perdamaian diantara keberagaman.

Hanya saja, bersamaan dengan semakin gencarnya arus opini Islam moderat yang terus dihembuskan disaat itu pula terjadi diskriminasi dan kriminalisasi terhadap simbol-simbol Islam, seperti panji rasulullah-khilafah-jihad dan melabeli orang-orang yang tak sependapat dengan pandangan mereka dengan istilah radikal dan ekstremis. Hal ini menimbulkan meresahkan ditengah-tengah masyarakat. Dengan demikian benarkah Islam moderat adalah jawaban dari problematika keberagaman di negri ini? Bukankah kampanye propaganda Islam moderat ini malah berbahaya karena berpotensi memecah belah kaum muslimin yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia (politik belah bambu)? Saatnya rakyat kritis dan waspada terhadap upaya-upaya propaganda pecah belah dan konsisten menjalankan Islam serta menghiasi diri dengan identitas Islam yang kuat.

 putriefinda

 

 

 

 

Hii Morning Person

Perlahan – lahan, dingin itu mulai terasa, bukan dingin yang menusuk hingga tulang terasa nyeri, tapi hanya dingin yang menyapa lembut sekujur tubuh. Dan perlahan -lahan, udara segar itu turut merasuk menjalari seluruh urat nadi memberikan efek segar luar biasa. Ditambah senandung merdu alam yang klasik (baca.kicauan burung dan ayam berkokok), menambah suasana perfect yang hanya akan dirasakan oleh mereka para ‘Morning Person’. Jika kamu muslim maka akan lebih perfect jika sayup – sayup mendengar suara tarkhim yang menciptakan kesyahduan tersendiri, tenang dan damai banget. Buka lebar – lebar jendela dan pintu, biarkan mereka semua memenuhi seisi ruangan dan memberikan sumber – sumber energi positif sebagai bekal aktivitas seharian.

Camera 360

Pagi di Banyuwangi

Tidak semua orang menjadi morning person  karena Continue reading