Mendengar suara adzan di rumah sendiri adalah salah satu hobby seorang efinda, rasanya begitu damai sekali. Apalagi saat ini bersama orang – orang yang saya cintai, tak komplit memang karena ayah tak ada disisi (beliau sedang di Bali untuk mencari sesuap nasi).
Kampung halaman, ya …… kampung halaman …. Dimanapun berada pasti kita selalu menginginkan untuk kembali disana. Rindu dan kangen itulah yang selalu saya rasakan ketika sedang jauh dari rumah. Seperti yang saya rasakan saat ini, tak jauh tapi angan saya membawanya jauh. Sebab angan saya berpikir tentang bagaimana kelak jika saya jauh … benar2 jauh dari mereka, jeleknya sie jika saya sudah tak bisa kembali lagi ke kampung halaman ini hehehehe
Bisa dipastikan kalo saya akan merindukan suasana rumah saat ini, rindu celoteh si kecil, rindu kecerewetan ibu, rindu pose adik saya yang ndoweh (hehe), rindu kemarahan ayah kalau saya bangun siang (ya…jika ayah pulang
), rindu …. rindu ….dan rindu …. Kalo sudah terlalu hanya bisa menangis (kya ….ketauan cengengnya) atau hanya bisa telepon dan mendengar berbagai cerita mereka. ^^
Maka dari itu, kalau dulu ketika pulang di rumah saya hanya ingin istirahat dan membuang semua kepenatan kuliah, kurang memperhatikan keluarga, hanya sering maen laptop melihat film2 yang tak sempat tertonton. Tidak…sekarang saya tidak ingin begitu, saya ingin melalui setiap moment dengan mereka, saya ingin melihat pertumbuhan adik saya yang paling kecil (lucuuuuu sekali), ingin membantu pekerjaan rumah ibu, membantu PR adik yang lebih besaran lagi gak marah2 lagi sama dia, dan kalau ada ayah saya ingin mijitin dan buatin kopi. hehehehe
Hal hal kecil itu tidak ingin saya lewati karena itulah yang akan memenuhi memory saya kelak, memory yang ingin saya ulang mungkin
![]()
Disisi lain, saya berpikir tentang umur saya … Kalau boleh bertanya pada Tuhan, ” Sampai kapankah umur ini?” (namun ini termasuk rahasia illahi ya, heheheh) pasti saya akan gembira karena saya akan bisa menyiapkan bekal yang banyak untuk saya bawa menghadap Tuhan
Namun kalau begitu surga jadi gak mahal lagi dunz ya, hehehehe …. Jadi kurang special dunz karena semua tahu matinya kapan. Hemz…. hal geje yang saya pikirkan, sungguh ….
Tapi saya benar2 merasa kurang bekal jika waktu saya habis sampai sekarang saja. Merasa belum melakukan apapun untuk diri sendiri, keluarga, sahabat, dan bangsa. Belum ikhlas pula rasanya meninggalkan rahmat Tuhan yang teramat besar ini, nikmatnya oksigen, nikmatnya sinar mentari pagi, indahnya senja dll. Humz…. apa yang bisa saya lakukan sekarang? Setelah berpikir sekian waktu, dan sebenarnya sudah saya temukan jawabannya yaitu kesungguhan dalam beribadah kepadaNya. Tak hanya sholat atau naik haji, namun menjalankan seluruh perintahNya dan menjauhi laranganNya. Namun, apa yang saya dapati? Suliiiiiiiiiitttttttt ………….sulit sekali
Semakin belajar dan berpikir saya mendapati pula bahwa satu lagi yang harus saya lakukan selain hal tersebut diatas, yakni keimanan. Yupz…. saya harus menata iman dan selalu meningkatkannya. Meski sering jatuh atau turun keimanan ini, namun harus segera di upgrade lebih lagi. Dengan begitu akan jadi lebih fresh dan semangat mencari bekal untuk menghadapNya. Tiada penyesalan, kekecewaan, dan ketakutan. Tersenyum bahagia menyambut tangan Tuhan









menjalankan perintah menjauhi larangan memamang tak semudah itu
hu’umz….
butuh nekat dan keimanan hehehehe
hidup menyediakan pilihan-pilihan serta jawaban, yang kita butuhkan hanyalah keberanian dan doa…
ada like pasti saya like mas rowman ^^
haha makasih….