6 Comments

Tambah umur, tambah dekat ….

“Sebaiknya semakin bertambah umur kita, semakin kita dekat dengan orang tua kita.

Kita gak mungkin selamanya bisa ketemu dengan orang tua. Kemungkinan yang paling besar adalah orang tua kita bakalan lebih dulu pergi dari kita. Orang tua kita bakalan meninggalkan kita, sendirian. Dan kalau hal itu terjadi, sangat tidak mungkin buat kita untuk mendengar suara menyebalkan mereka lagi.”

Raditya Dika. Manusia Setengah Salmon. 2011

Ya itulah tadi kutipan dari buku Raditya Dika, simpel emang tapi cukup nusuk dan menggetarkan hati saya. Terlebih ini nyangkut orang tua, orang yang paling saya sayangi dan tidak ingin saya ditinggalkan oleh mereka.

Kutipan ini sangat pas sekali dengan gejolak yang ada dihati saya kala itu, sebelum pulang ke rumah di Banyuwangi saya sering berpikir tentang orang tua. Betapa kasih sayang mereka yang tiada batas, pengorbanan, dan kesabaran mereka terhadap saya. Namun ketika saya mengingat tentang saya pada mereka, apa yang saya dapat? hanya getir dan rasa malu karena kenakalan, bantahan, kekecewaan dan kekurang ajaran saya pada mereka berdua. Ya…., saya memang salah namun saya tahu itu karena bodohnya saya yang tidak bisa mengendalikan ego dan tak tahu cara menghormati mereka (masa jahiliyah saya.red).

Namun semakin saya berpikir dan mendapat pemikiran, akhirnya saya memutuskan untuk berperan sebagai anaka yang sesungguhnya. Saya akan menunjukkan rasa sayang saya secara nyata, itulah tekad saya.  Kalau dulu saya kurang bisa menunjukkan perasaan sayang saya, berbeda … sekarang saya akan menunjukkan itu. Meski hal kecil pun, biarpun hal itu dulu saya malu melakukannya. “Karena saya tahu kelak kebahagian kebahagiaan kecil inilah yang akan memenuhi hati dan memory kita”. Lagian kebahagiaan besar belohlah kita simpan dan gapai, tapi kebahagiaan kecil juga tidak boleh terabai bukan? ;)

Tekad saya sudah terbukti sejak beberapa hari di rumah ini, saya sedikit bisa membahagiakan mereka dengan segera melaksanakan perintah2 kecil ibu dan mijitin ibu yang sedang kurang enak badan. Demikian, akhirnya saya pun sadar, benar jika pemikiran ini, akal ini, adalah pemimpin atau presiden dalam diri kita. Jika kita sudah paham dan mantap, sesuatu yang awalnya mustahil (saya kurang bisa menunjukkan rasa sayang saya. red) bisa terwujud nyata, hati pun tunduk akan perintahnya. Subhanallah…..

Mulai sekarang saya memutuskan untuk membiarkan masa lalu yang suram itu, toh waktu juga tak akan berjalan mundur bukan?? Namun sekarang saya akan menambal keseluruhan hati orang tua yang terlubangi karena saya, saya akan membahagiakan mereka. Tak ingin mengecewakan, apalagi menyakiti. Lagian itu kan tidak boleh to dalam Islam? hehehe

Bismillah semuga Allah meridhoi do’a dan niat saya ini :) Amin ……

Nb: “Ibu saya kemarin sempat saya marahi karena tidak mau dipijit atau saya kerok, padahal masuk angin dan batuk. Saya pun bertanya pada beliau, “Ibu kenapa to dikerik dari kemarin gak mau … lihattuh merah semua… terus dipijit kan enak to?” Tau apa jawaban beliau? … ” Ibu kan gak mau repotin kamu Fin, kamu kan capek dari Surabaya.” Kontan saya jawab, “Aku capek apa gak kog, lagian kalau aku sakit ingat ibu gimana? maksa kerok lah maksa pijit lah, hadeehhhh..” Ibu jawab, ” Ya emang itu kewajiban ibu, ibu kan takut kalo kamu sakit. Ibu gini juga takut ngrepotin kamu.”

Sungguh mendengar perkataan ibu itu, saya ingin menangis namun saya tahan. Bagaimana kasih sayang orang tua itu. Sebegitu besarkah hingga hal kecil yang sedikit merepotkan saya saja sungkannya minta ampun gitu. Oh bunda …. :(

Saya berpikir, kelak saya harus lebih perhatian dan mengerti mau ibu meski beliau tak berkata. Mungkin untuk ayah juga ….. :)

fighting …..

6 comments on “Tambah umur, tambah dekat ….

  1. Titip jejak dulu, dan info linknya uda saya pasang di blog, :-D

  2. iya? makasie mas….
    wah…. tadi rencana mau pasang link2 di blog eh malah keasyikan nonton drama
    kekeke
    nasib calon ibu :P

  3. ibuku minta kerokan teruss :D

  4. ibuku mah mau biasanya
    tapi ke Q gak pernah dan akhirnya aku tau alasannya kenapa
    humz….

  5. “Mensyukuri dan menikmati setiap karya Sang maha Pencipta, keindahan semesta, keindahan hidup dan keindahan senja yang selalu membuatku terpana dan takjub. Senja membuat hatiku damai sekaligus bahagia telah menjadi ciptaan_Nya…”

    Ibu itu segalanya, mba’e. Aku seneng baca tulisan di atas :)
    Salam persahabatan, mba’e :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • potrat - potret

    2011-12-09 17.19.03

    2012-01-08 14.31.24

    luphely pemily

    pemily sista

    01022011(013)

    danau unair bersama Rynda

    segarnya dunia

    More Photos
  • Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Join 815 other followers