4 Comments

Ada apa dengan Bule?

hemz….. saya awali tulisan kali ini dengan ucap syukur atas selesainya ujian semester 5 saya :) alhamdulillah ya… sekarang tinggal nunggu hasilnya, semuga baik semua (A.red) :D amin….

Sekarang mulai ceritanya ;)

Kemarin tepatnya, saya sedang berada di Perpus kampus C Unair bersama dengan sahabat dan teman saya untuk belajar Fisika Kuantum yang tadi diujikan. Sekian waktu terlewati, berkutat dengan rumus – rumus dan angka – angka tiba tiba mata saya menangkap sesosok makhluk Tuhan. Ya …. mata saya cepat menangkap respon itu sebab dia nampak berbeda dari sekian banyak makhluk di perpus ini yang notabene adalah makhluk Jawa atau Indonesia aseli. :P

Sosok itu adalah seorang bule (kami biasa menyebutnya), nampak cantik dan gemulai dengan rambut panjang yang terurai. Aish ingin sekali punya rambut seperti itu, hehehehe ….Namun, bukan itu yang ingin saya bahas. Bukan rambut, gaya pakaian, body, atau paras yang cantik. Malainkan tentang dia mereka kaitannya dengan kebijakan kampus (Unair tercinta)

Apakah itu?

Ini mengenai WCU yang sedang digencarkan dan diimpikan oleh Unair, sehingga datanglah berbagai makhluk dari belahan dunia lain berbondong – bondong meraih ilmu disini. Seperti India, Malaysia, Singapura, dan Jerman, bahkan Amerika. Wow keren …. *.*

Sebelum membahas lebih lanjut, saya ingin bercerita mengenai kesan saya tentang hal ini. Sebenarnya, wacana tentang WCU dan kedatangan makhluk2 ini sudah saya dengar sejak lama. Beberapa yang saya tahu mengatakan hal tersebut sangat berbahaya bagi mahasiswa dan masyarakat. Namun, inilah saya … pastinya maklumat itupun hanya menjadi sebuah wacana yang tidak segera difikirkan secara mendalam dan cemerlang. Alhasil hanya lewat wooozzzz tertepa angin. Hingga akhirnya saya mengindra fakta ketika di perpus kemarin.

Pandangan saya ke sosok itupun awalnya hanya sekedar pandangan biasa sehingga terlintas sedikit pikiran saja. Namun sungguh kuasa Tuhan, sosok itu yang awalnya duduk ditempat yang jauh darinpandangan saya tiba tiba berada di depan mata saya. Tak jauh hanya sekitar 5 – 6 meter saja, dengan demikian saya bisa melihatnya dengan jelas, gerak geriknya, semuanya saya bisa lihat dengan mata langsung tanpa harus ada bantuan alat :D

Ada beberapa hal yang saya dapati sobat, ini dia:

  1. Dia memakai baju yang kancing bajunya terbuka mendekati hal yang cukup sensitif bagi wanita (low piece)
  2. Celana panjang putih yang nampak longgar hampir mirip dengan rok (tak tahu saya model apa itu :P , namun menerawang senja dan pendek selutut bagian yang ada dalemannya lagi)
  3. Body languagenya yang tak bisa saya ceritakan, hehehe … terlalu fulgar dan saya tak sanggup menyebutnya yang bisa bisa membuat kaum adam Indo jadi keliyengan berimaginasi tinggi. :P

Kontan saya teringat tentang berbagai maklumat yang saya lewatkan dulu, yang hanya saya endapkan dalam otak saja. Saya simpan erat kali saja perlu, akhirnya muncul benar :)

Benar dengan apa yang mereka sampaikan, tentang bahaya kedatangan mereka di Indonesia terlebih kampus saya tercinta ini. Khususnya bagi mereka yang mengemban kebebasan dalam hidupnya. Bagaimana tidak?? Dilihat dari 3 hal diatas, coba bayangkan efeknya bagi mahasiswa Indonesia yang sebagia besar melek banget pada kaum barat itu.

Beberapa kemungkinan yang terpikir oleh saya adalah:

Jika sosok itu tadi punya teman mahasiswa Indonesia (pastinya), maka gaya pakaiannya akan mempengaruhi mahasiswa indo itu tadi. Kalau yang tidak berkerudung pasti lebih mudah, sedangkan kalau yang berkerudung pasti akan memodifikasi cara berkerudungnya atau gaya busananya hingga nampak seperti mereka hingga nantinya dikatakan modis, Aih…. padahla modis bagi zaman sekarang belum tentu dan pasti juga tidak modis bagi Allah (iya gak?….). Selanjutnya aspek ketiga, dapat menimbulkan efek yang tidak baik bagi yang melihatnya. Entah itu perempuan atau laki – laki karena bisa menimbulkan potensi negatif dari nafsu dan paling buruk mahasiswa indo bisa ikut ikutan @.@

Yang paling parah adalah terpengaruhnya pemikiran kita sebagai mahasiswa Indonesia, kebebasan ya … kebebasan … Jika kita sudah menancapkan pada pikiran maka senantiasa merasuk pada hati. Alhasil kita ikut ikutan gaya hidup mereka dan menganggapnya wajar. Mungkin ketika sobat baca tulisan ini, merasa kalau saya alay hehehe .. Tapi coba deh pikirkan lagi secara mendalam :)

Contoh realnya ya:

Mereka berpikir kalau sex pra nikah itu gak papa asala aman atau pakai pengaman, toh sama – sama cinta. Gak akan ada yang dirugikan, yang didapat pasti senang. Kepuasan badan dan pikiran, hemz…..

Tapi sebagai seorang muslim dan orang timur, benarkah itu???

kalau saya menjawab tentu saja tidak, kalau seperti iytu saya pasti ingat wejangan mbah, ibu, ayah dan keluarga saya mengenai jaga martabat dan itu tabu dan merusak norma moral serta susila. Mau di damprat atau di arak keliling kampung sambil dilempari telur busuk, tomat busuk dll apa? huft ….

Pastinya juga sebagai orang timur setelah melakukan akan ada beban hati, sebab lingkungan masa kecil mengajarkannya seperti itu

Sedangkan parahnya, sebagai seorang muslim jelas ini merupakan perbuatan dosa bukan? Ingat kata kata Allah: ” Janganlah kamu sekali kali mendekati zina. …” Firman ini sudah jelas mengatakan kalau kita sangatlah dilarang mendekati hal hal yang bisa mengantarkan pada perbuatan zina, apalagi berzina … Haduh dosa besar itu ….. tak sanggup saya membayangkan hukumannya kelak diakhirat. Kalau mengingat tentang hukum ketika Islam tegak dulu, dan Rosulullah pun mengajarkan jikalau barang siapa berzina maka dia harus dihukum razam samapai mati. Intinya pedih sekali ….. T.T

Sebagai muslim kita juga tahu, bahwa setiap perbuatan kita ini kelak akan dimintai pertanggung jawaban. Jika baik balasan baik pun diterima, sedang kalau buruk ya siap siap saja balasan beruk menimpa. Iya bukan?

Kita juga seharusnya tahu, bahwa tugas kita hidup di dunia ini adalah untuk beribadah padaNya. Itu lho disebutkan langsung secara eksplisit oleh Tuhan, yang artinya apa? ya …. menurut saya ya. artinya ya setiap tingkah laku, ucapan dan pikiran kita seharusnya bernilai ibadah dimata Tuhan.

Namun, coba flashback pada diri kita masing – masing, sudahkah kita seperti itu? Termasuk bagi saya sendiri, sudahkah saya seperti itu? sepertinya masih sangat jauh … :(

makanya dari itu mulai sekarang sobat, mari kita bersama – sama menjalankan perintah Tuhan. Bukan demi apa, melainkan demi diri kita sendiri, demi keselamatan kita kelak di dunia yang kekal dan abadi :)

Jadi mulai sekarang pula, mari kita mengindra fakta sekitar kemudian kita fikirkan dan kaitkan dengan Tuhan sebagai pencipta kita. Sudahkah ini benar, sesuai dengan apa yang Tuhan suka? Atau haruskah ini seperti ini, sesuai dengan yang seharusnya Tuhan ingin kan? Hemz…. mari berfikir, karena dengannya keimanan bisa bertambah dan semakin mantap

:)

“Semuga bermanfaat”

Surabaya, 12 Januari 2012

Kamar kos

 

4 comments on “Ada apa dengan Bule?

  1. semoga bule itu baca tulisan ini,hahaha

  2. iyaaa….
    prediksi nie ya, kalo bule baru mungkin nganggep ini bahasa sansekerta :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • potrat - potret

    2011-12-09 17.19.03

    2012-01-08 14.31.24

    luphely pemily

    pemily sista

    01022011(013)

    danau unair bersama Rynda

    segarnya dunia

    More Photos
  • Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Join 815 other followers