Leave a comment

Kumohon Tuhan . . .

Wah… Saya baru mendapat kebahagiaan ini :) Alhamdulillah..

Saya baru lihat jadwal ujian…ternyata sangat memuaskan sekali, hehehehe … Lanjut lihat video dari star idol Korea tampil eh baguuuusss + keren banget :P

Pembagian waktu yang sangat menguntungkan :) senyum lagi ;)

Namun, terselip kesedihan dalam kebahagiaan yang saya terima ini. Apa itu? Ini masalah tentang Pahlawan devisa, ya ya ya.. sebut saja TKW. Melihat apa yang mereka lakukan disana, bagaimana kehidupan mereka, dan semua pelik masalah yang mereka alami.

Seketika saya mengingat mbak saya yang sedang merantau di negri orang sana.

“Mbak apa kabarmu? Apakah kau baik – baik saja? Q selalu berdo’a untuk kebaikan dan kebahagiaanmu disana. :) Jangan sakit, kalo capek istirahat, kalo ada beban tolong berbagi, dan cepat pulang dengan sehat ya.”

Sungguh sebenarnya saya tak rela ketika dia berangkat, ketika di Surabaya saja (ketika di karantina) dia sudah sering menangis ketika telepon ke kakak saya yang lelaki (Mbak saya adalah istri dari keponakan saya, kami tinggal bertetangga dan sangat dekat meski terkadang ada sedikit salah paham atau sedikit cekcok tapi sungguh saya sangat menyayangimu mbak).

Memang ketika di karantina saya sama sekali tak bertemu, bahkan saat hari raya pun mbak juga gak pulang karena ketika hari raya ke 9 dia harus berangkat ke Taiwan. Mungkin saat itu kamu menangis ya mbak, yg biasanya di rumah makan enak, tidur, nonton TV, main ma Andin dan Tantris, dekat suami, bercengkrama dengan mbah dan ibu saya. Namun saat itu kamu hanya sendiri, mungkin bersama dengan orang asing sesama calon TKW. Setauku kamu juga sempet dimarahin mas saya, katanya sampean harus kuat entah demi apa yg mungkin kalian citakan.

Ketika saya berbagi sedikit cerita tentang sampean dengan ibu saya, saya cukup sedih mendengarnya. Pantas kalo kemarin ketika saya bertemu dengan mbah Romi (Ngagel – Mulyorejo) dia bilang kalo waktu itu sampean jadi kurus, otomatis saya berfikir sampean saat itu sangat stress (“iya kan??”).

Memang, dari awal ketika saya mendengar kata TKW itu bagi saya adalah bukan hal istimewa dimana saya tak akan pernah bercita – cita sebab dulu teman semasa kecil beberapa bercita – cita seperti itu. Sungguh…kalo pun bekerja diluar negeri saya ingin jadi pengusaha atau berlibur saja menikmati keindahan negri di luar Indonesia tercinta. Ya seperti saat ini saya ingin ke jepang dan Korea (kalo mau muluk sie seluruh tempat indah di dunia di kunjungi :D )

Kembali ke topik, sebenarnya tadi saya melihat film yang di putar di RCTI judulnya saya tidak tau tapi itu mengangkat kisah tentang lika – liku TKW di Hongkong.

Melihatnya membuat saya miris, bagaimana tidak? Disana … di negeri orang mereka harus bekerja demi hidup keluarga di kampung halaman.Mereka harus mengirim uang ketika orang rumah mengeluh tak ada uang, mereka berusaha mengirim entah itu uang dari penghasilan mereka sendiri atau hutang. Ketika telepon, apa yang mereka bilang? Rata – rata bilang kalo kehidupan mereka enak, mereka senang, dan krasan. Padahal mungkin kebanyakan menahan getirnya hati saat menyampaikan kabar itu pada keluarganya. Mereka hanya tidak mau keadaan mereka yang sesungguhnya menjadi beban untuk keluarga di kampung.

Mungkin banyak yang bahagia, tapi menurut saya banyak juga yang menderita. Seperti yang selama ini saya dengar di desa, ‘Diantara mereka yo pasti ada yang sukses atau gagal.’ Jujur selama ini ketika mendengarnya dari para tetua itu, saya hanya cuek atau menanggapi ala kadarnya. Namun, semenjak melihat film ini … mata saya semakin terbuka. Saya semakin bersyukur ketika ibu saya sekarang sudah mulai mengurungkan niatnya untuk menjadi TKW karena ayah tidak setuju terlebih kami anak – anaknya.

Bagi saya, memang tidak salah ketika wanita mengambil pilihan untuk bekerja menjadi TKW karena hukum bekerja yang saya tau adalah mubah dalam Islam. Namun, jujur disini banyak pelanggaran didalamnya. Seperti membiarkan wanita sendiri pergi dengan jarak sejauh itu tanpa muhrimnya. Lebih lebih perhatian pemerintah pada yang mereka sebut “PAHLAWAN DEVISA”. Kalo di TV sekarang ada beberapa berita tentang aksi pemerintah tentang kisah heroik menyelamatkan para TKI dan TKWnya. Tapi itu lho apa ya sesuai denga jumlah para TKW yang lainnya? Perbandingan antara yang diurus dengan yang tidak berapa? Saya tidak berniat menyalahkan tapi itulah fakta yang saya rasakan. Lha wong dinegara sendiri saja coba kita lihat fakta para buruh? Apakah kisah mereka sesuai dan pantas dengan yang seharusnya. Itu padahal dekat dengan mereka yang berkuasa. Namun…… sungguh miris dan pilu hati ini melihatnya.

Saat ini dan detik ini, saya berkata pada diri saya sendiri untuk terus melakukan hal yang saya yakini bisa menyelamatkan keadaan negeri. Tanpa lelah dan ragu lagi. Demi keluarga, saudara, dan sahabat. Demi para wanita yang sedang merantau disana, demi anak kecil lugu yang akan segera menghadapi dunia, demi para orang tua yang sudah tak bisa apa – apa, demi kaum lemah, demi rakyatku tercinta. Tunggulah waktu yang dijanjikan itu :)

“Kumohon Tuhan bantu saya menjalani itu, kuatkan hati ini, dan mantapkan langkah ini. Beri saya kekuatan menghadapi semua ujianMu demi kemuliaan yang Engkau Janjikan.” Amin … ^^

 

NB: Saya nemu pictnya film yang saya tonton tadi :) ini dia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • potrat - potret

    2011-12-09 17.19.03

    2012-01-08 14.31.24

    luphely pemily

    pemily sista

    01022011(013)

    danau unair bersama Rynda

    segarnya dunia

    More Photos
  • Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Join 815 other followers