Suatu ketika seorang lelaki datang kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam untuk meminta fatwa karena ia telah bernadzar memotong hewan di Buwanah (nama sebuah tempat), maka Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam menanyakan kepadanya: “Apakah disana ada berhala sesembahan orang Jahiliyah?” Dia menjawab, “Tidak”. Beliau bertanya,“Apakah di sana tempat dirayakannya hari raya mereka?” Dia menjawab, “Tidak”. Maka Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Tunaikan nadzarmu, karena sesungguhnya tidak boleh melaksanakan nadzar dalam maksiat terhadap Allah dan dalam hal yang tidak dimiliki oleh anak Adam”. (Hadits Riwayat Abu Daud dengan sanad yang sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan terlarangnya menyembelih untuk Allah di tempat yang bertepatan dengan tempat yang digunakan untuk menyembelih kepada selain Allah, atau di tempat orang-orang kafir merayakan pesta atau hari raya. Sebab itu berarti mengikuti mereka dan menolong mereka di dalam mengagungkan syi’ar-syi’ar kekufuran. Perbuatan ini juga menyerupai perbuatan mereka dan menjadi sarana yang mengantarkan kepada syirik. Apalagi ikut merayakan hari raya mereka, maka di dalamnya terdapat wala’ (loyalitas) dan dukungan dalam menghidupkan syi’ar-syi’ar kekufuran. Akibat paling berbahaya yang timbul karena berwala’ terhadap orang kafir adalah tumbuhnya rasa cinta dan ikatan batin kepada orang-orang kafir sehingga dapat menghapuskan keimanan.
>>
Saat ini, tahun baru 1 Januari telah dijadikan sebagai salah satu hari suci umat Kristian. Namun kenyataannya, tahun baru sudah lama menjadi tradisi sekular yang menjadikannya sebagai hari libur umum nasional untuk semua warga Dunia.
Pada mulanya perayaan ini dirayakan baik oleh orang Yahudi yang dihitung sejak bulan baru pada akhir September. Selanjutnya menurut kalender Julianus, tahun Romawi dimulai pada tanggal 1 Januari. Paus Gregorius XIII mengubahnya menjadi 1 Januari pada tahun 1582 dan hingga kini seluruh dunia merayakannya pada tanggal tersebut.
Nah ingin tahu lebih apa sebenarnya yang terjadi di Tahun baru itu? silahkan baca disini Sejarah Sambutan Tahun Baru
Sejak beberapa hari yang lalu saya bingung mau nulis aapa tentang Tahun baru yang beberapa bulan lalu entah kapan saya tau bagaimana hukumnya seorang moslem merayakannya. Alhamdulillah saya menemukan kalimat diatas dari sebuah artikel yang di tulis oleh sahabat blogger yang lain.
Ya . . . yang saya tahu hukumnya adalah haram, ketika saya mengaji dengan guru ngaji saya tentunya. Kemudian beliau bercerita tentang hiruk pikuk tahun baru. Kemeriahan dan berbagai keindahan yang disuguhkan bahkan diperjuangkan kebanyakan manusia. Terlebih para muda mudinya. Mereka beramai – ramai berkumpul bersama orang – orang tersayang untuk merayakannya. Makan bersama, tiup terompet bersama, jalan – jalan bersama, intinya senang – senanglah tanpa tahu makna sebenarnya di dalamnya. Begitulah yang saya lakukan selama bertahun – tahun ini, selama hampir 20 tahun selalu mengharapkan tahun baru yang meriah dan indah bersama keluarga, saudara, sahabat, teman, dll. Tapi lain halnya dengan sekarang
Sebenarnya saya juga baru ngeh tentang tahun baru setelah baca beberapa artikel pagi ini, sebelumnya saya hanya tahu itu haram sebab ketika dijelaskan pun saya mungkin tidak begitu mendengarkan melainkan asyik dengan lamunan saya tentang ‘kebodohan’ akibat ketidak tahuan ini.
Namun sekarang saya paham, sehingga sengaja menulis ini supaya yang lainnya juga paham. Sesuai hadist Rosulullah kan, sampaikan walau hanya satu ayat.
Jadi inilah bentuk penyampaian saya, semoga sahabat dan teman teman semua tahu dan berpikir ulang jika akan merayakan tahun baru. Ingatlah Allah sudah memberi kita kebahagiaan yang lebih dan berlimpah, hari raya kita adalah Idhul Fitri dan Idhul Adha. Masih ta kurang? hehehehe
Kemudian ingatlah pula betapa kasih sayang Allah itu tiada kurang untuk kita, oksigen yang kita hirup sehingga kita hidup dan bisa meraih semua yang kita ingin kan dan semua yang membuat kita bahagia. Ingatlah betapa berlimpah kasih sayang itu, mungkin jika kita mengingatnya satu persatu maka taka akan cukup angka didunia ini untuk menuliskannya, kita pun juga tak mampu. Maka cintailah Allah setulus hati dengan keimananmu sobat sebab dengannya maka Allah akan lebih dan lebih menyayangimu.
Disini saya juga tidak ingin artikel saya ini menyinggung yang lain, satu kalimat yang ingi saya sampaikan adalah:
“Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku (Alkaafiruun:6)”
^^
Surabaya, 30 Desember 2011
(Kamar Kos)
Jika ada yang ingin mendiskusikan, yuk mari
!!
sumber : Muslimah.or.id








Datang hanya ingin mengucapkan.
Selamat Tahun Baru 2012.
Semoga Tahun 2012 lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Amin.
Salam persahabatan selalu.
well….
Salam Persahabatan juga….
setuju…
nice share…
kunjungan balik yaaa….
thanks…oke…^^
nice info….
thankyu …..
Dari dulu emg ga prnah ngrayain thun baru -,-a
mnding ntn pilm ato ga tdurr
nice mak…
memang itu seharusnya
sepenuh hati melaksanakan apa yang diajarkan Rosul
[...] membaca artikel Demi, Tahun Baru tulisan putriefinda saya pun sadar apa yang harus saya lakukan di malam pergantian tahun, maka pada [...]
wah…[...] itu isinya apa ya? hehehe
Ya Alhamdulillah kalo seperti itu