INTISARI
Telah dibuat gelas keramik sistem mika dengan memvariasi senyawa SiO2 dan MgO. Pembentukan gelas keramik ditentukan dengan cara perlakuan termal material yang dilacak berdasarkan kurva DTA (Differential Thermal Analysis). Hasil pengukuran sifat fisis yang diperoleh menunjukkan bahwa 40% berat SiO2 dan 20% berat MgO merupakan yang terbaik. Sebelum dan setelah perlakuan termal bahan terjadi peningkatan sifat fisis antara lain: rapat massa 2,63 menjadi 2,705 gram/cm3, kekerasan (Hv) 533 menjadi 667 kgf/mm2 dan koefisien termal ekspansi 10,94 x 10-6 C-1 turun menjadi 8,9 x 10-6 C-1. Analisa struktur mikro gelas keramik dilakukan dengan difraksi sinar X (XRD) dan Scanning Electron Microscope (SEM). Dari hasil analisa XRD terlihat bahwa fasa dominan yang terbentuk adalah fluorogophite (KMg3ALSiO10F2) dan fasa minor adalah natrium fluorogophite (Na KMg3ALSiO10F2). Sedangkan dari hasil foto SEM menunjukkan bahwa bentuk dan besar butiran belum seragam yaitu sekitar antara 1 sampai 20 μm.
Perlu diketahui kami mengambil makalah ini dari :
Pedamean, Sebayang (Muljadi, Ninik I, dan Aslina G). 1996. Pengaruh SiO2 dan
MgO pada Pembentukan Gelas Keramik Sistem Mika. LIPI: Jakarta
Tanpa maksud menjiplak atau bagaimana, kami hanya menjadikan makalah ini sebagai bahan diskusi kami di kampus. Kami juga mengetik ulang dan membuat tampilan dalam bentuk PPT untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen kami. a
Tugas sesungguhnya adalah dosen memberikan tugas untuk mencari topik tentang keramik modern yang cukup advance, tidak perlu membuat sendiri bisa mengambil dari artikel ilmiah yang ada di internet hanya untuk sebagai bahan diskusi. Nah …. ketika kami browsing diinternet kami menemukan journal ini. Begitu ceritanya….
Untuk mendapatkan hasil yang sudah kami ketik ulang klik disini:







