Hari ini saya banyak posting ya? hehehehe… mumpung semangat dan ada waktu kayaknya.
Postingan kali ini saya hanya ingin berbagi kisah lucu saya beberapa jam yang lalu.
Habis ketemuan dengan seseorang untuk menampilkan hasil pekerjaan saya, saya melanjutkan perjalanan ke bank Mandiri dekat kampus A. Sampai disana langsung parkir si Hondy (motor kesayangan saya), eh salah baca ternyata disitu tertulis “Bukan Tempat Parkir Motor” daripada ditegur satpam ya saya langsung beralih ke tempat yg sebenarnya. Lanjut … ambil uang di ATM, karena males melepas helm saya memilih ATM mobil ajj, eh dimonitor tertulis “Maaf Untuk Saat Ini ATM tidak bisa digunakan untuk Bertransaksi” … jiah … Tanpa pikir panjang langsung ajj masuk ke tempat ATM, alhamdulillah disitu gak ada trouble apa – apa, lancar …..
Tapi tunggu dulu, sebelum saya masuk ATM sebenarnya ada seorang bapak yg juga datang kemungkinan besar juga untuk ambil uang. Sebenarnya tadi saya memilih ATM mobil juga karena saya tidak mau seruangan dengan bapak atau lebih tepatnya lelaki, sebab tempat ATMnya sangat mungil sekali. Hemz …sungguhu gak nyaman kalo dengan cowok disitu berdua ajj heheheh …. (Padahal juga gak akan terjadi apa apa sie, lhawong siang gitu mana banyak orang diluar, hanya saja ada alasan tertentu bagi saya
)
Nah . . .ketika saya sedanh enak – enaknya ambil uang, eh ada seseorang masuk. Awalnya saya cuek karena saya kira bapak yang tadi, tapi saya sempat melirik kakinya. Lho . . . kok pake celana pendek perasaan . . . dan benar sekali bukan bapak yang tadi melainkan mas mas. Saya tambah cuek dan melanjutkan prosesi pengambilan uang secepatnya.
Selesai …. saya keluar, ambil Hondy …. starter dan gas melaju. Belum 2 meter eh ada mas mas panggil saya, ” Mbak mbak mbak… eh mbak…tunggu.” Jujur dalam hati gak ada apa2 cuma dalam otak bingung, ” ada apa ini” ucap dalam hati. Melihat saya berhenti dan memandangnya, mas tadi tersenyum dan dia menengok sebentar kedua temannya yang sedang menunggu sambil bilang bentar oe. Saya diam saja, kemudian dia bilang “Ini ATM mbak.” sambil menyodorkan ATM ke saya. Diam sepersekian detik, lalu tanpa pikir panjang bilang “Ehmz… kayaknya iya maz, coba saya lihat.” Saya melihat deretan 12 digit angka di ATM. Sebenarnya masih ragu sebab diingatan saya ATM dah masuk, tapi ternyata setelah saya melihat dompet ‘dienkkkkk…’ ATM saya gak ada. Sempet berpikir pula kalau ATM itu bukan milik saya melainkan milik orang lain tapi karena saya baru keluar dari situ maka masnya ngira punya saya. Sebenarnya saya sendiri tadi langsung mengiyakan karena saya berpikir kali ajj punya orang lain dan nanti saya tidak akan berbuat kriminal kan kalo itu ditangan saya daripada di tangan orang lain atau masnya. Waduh dasar Efinda….. sempet ajj mikir buruk ke mas nya. Beberapa saat kemudian tak sengaja saya membalik ATM itu dan ‘Jleder’ dugaan saya meleset, benar itu adalah ATM saya … ada tanda tangan saya yang meliuk – liuk disitu. kekekekeke….
Rasa malu dan terlihat jadi cewek yang sembrono itulah yang saya rasakan, aih…. sungguh tak enak. Udah gitu masnya nyapa lagi, ” iya mbak” sambil manggut. Emang saya bilang apa? kan tadi udah bilang makasih terus sekarang saya kan diam, nah lho ….
Setelah peristiwa ini, saya melanjutkan perjalanan dengan membawa rasa malu di wajah saya
, sampai – sampai saya tak berani disebelah masnya tadi ketika dilampu merah. hehehehe
Saya pergi ke Gramedia yang katanya di Jl. Kertanegara, so saya telusuri saja jalan itu. Awalnya saya sudah mendapatkan bayangan mengenai tempatnya, tapi alhasil salah (Glodak : rontok hati saya). Saya sungguh berada di kebingungan saat itu karena hanya ada tulisan ‘Infomedia’, jadi saya berpikir apa itu nama lainnya ya. Entah…, hati saya menolak untuk masuk kesitu dan saya memilih untuk mengikuti kata hati itu. Jalan terus sampai jalan Sulawesi dan balik lagi dijalan Kertanegara namun arah berlawanan (Saya cukup gembira lho karena bisa menemukan jalan balik, kekeke biasanya muter2 dulu). terus menyusuri jalan tersebut, sama sekali saya tidak menemukan banner Gramedi. ehmz…saya menyerah…biarlah…serentetan peristiwa ini telah menunjukkan pada saya untuk segera pulang ke kos daripada ada hal lebih yang terjadi pada saya dan itu tidak saya inginkan
Sesampainya di kos, saya tanya ke mbak kos yang sudah lebih dahulu melanglang buana di Surabaya. Dan ternyata memang jalan yang saya telusuri salah. Kertanegaranya salah..Hadehhh…Alhamdulillah saya kali benar mengikuti kata hati daripada nafsu saya mencari novel.
Keberuntungan pun akhirnya saya dapat, mungkin ini hadiah dari Tuhan karena saya lebih mengandalkan hati dan akal saya.
Yeeee….saya dapat J.Co donnut…kikikiki…saya juga melihat MV yang bagus dan saya menyukainya. Alhamdulillah terima kasih Tuhan
Demikian cerita sore saya kali ini
Surabaya, 29 Desember 2011
Kamar Kos ^o^








waahh.. lain kali diperiksa dulu Eff, untung masnya baik. Coba nggak? hehe
iya tus… untung banget deh…
ya kalo masih jadi rejeki ini