7 Comments

Ngagel – Mulyorejo

Tak seperti Anyer – Panarukan yang berjarak 1000km, tapi cukup Ngagel – Mulyorejoi saja kisah saya pagi ini

Seolah tak mau menunggu ufuk timur lebih terbuka tirainya, sehabis sholat shubuh (abis adzan langsung sholat) langsung saja saya pergi ke rumah mbah saya (Romi) yang berada di Ngagel.

Kluarin sepeda motor, panasin dikit lamgsung deh tancap gas menyusuri jalanan kota surabaya. Sengaja saya pilih waktu pagi bahkan kalo boleh dikata teramat pagi untuk pergi kesana. Ini dikarenakan ada beberapa alasan:

  1. Jalanan lenggang kendaraan, saya suka sekali jika kondisi seperti itu. Kenapa? karena saya bisa kebut – kebutan dong tanpa takut harus berebut space ma yang lain.
  2. Saya tidak mau kecolongan waktu, siapa tau mbah saya sudah berangkat kerja duluan. Berabe deh….
  3. Saya paling tidak suka jika barang saya tidak lengkap, serasa ada sesuatu yang hilang gitu. Yaeyalah . . . . . :P Nah sebenarnya inilah alasan utama saya pergi kesana.

Flashback:

Jadi ceritanya saya ke rumah mbah saya demi semangkuk soto buatannya, enak….. gratisan pula, kekekeke Nah asyik2nya ngobrol berdua eh…waktu pulang saya langsung ajj nylonong bawa tas dll tanpa menghiraukan dek Laxy (nam HP saya) yang tergeletak di atas kasur. :(

Kembali ke pagi ini, beberapa meter dari kosan saya tepatnya setelah keluar gang rintik hujan telah menyambut saya. Saya sie seneng2 saja dengan hujan yang rintik ini karena dalam pikiran saya “ah ini mah gak akan bikin basah kuyup, lanjut….” akhirnya saya geber saja si hohon (Nama sepeda motor saya) menyusuri jalan pagi ini. Nikmat sekali, hanya ada satu dua motor menemani, udara yang masih sejuk, sunyi dan bersih polusi. Hemz…seandainya Surabaya selalu begini :)

Sampai di Ngagel, Tuhan memberi cobaan pada saya tentang kesabaran. Didepan gerbang dimana saya biasa lewat untuk menuju rumah si mbah, eh ternyata gerbang masih terkunci rapat. Dalam benak pun berkata, ” Aish…orang Surabaya nie jam segini belum dibuka waduh masih pada molor atau gimana sie?” saya hanya berkomentar bukan menggerutu.

Lanjut, saya memilih untuk kerumah mbah saya yang lain (Mabh Tyah). Eh apa yang terjadi? Rumahnya masih tertutup pula pintunya.. karena tidak mau mengganggu saya pun tak mau mengetuk pintunya, saya hanya berdiri di depan rumahnya. Menyanding si Hohon yang nampak prima, seandainya mampu berkata pasti dia bilang ” Eh non, ayo jalan – jalan lagi Hohon siap mengantar nona kemana saja.” Saya pun tersenyum tersipu malu mulai gak waras

Karena masih hujan, saya putuskan untuk bersabar sejenak menunggu, niat hati ingin beli jajan namun mau diapa toh gak belum ada yang buka. Hemz kepagian beneran nie, batin saya. Sedikit capek menggu akhirnya say putuskan untuk pergi ke mbah Romi lewat pintu yang lain. Sedikit ingat banyak lupa, saya pun nekat berangkat. Alhasil saya hampir kesasar, hehehehe saya telah melewati gerbang itu beberapa meter. tapi alhamdulillah saya bisa kembali. :)

Setelah sedikit berputar, saya menemukan rumah si Mbah. Eh ternyata pintu pagar pun masih terkunci. Karena saya tak mau menunggu lama dan rintik hujan semakin benyak saja. Saya memilih untuk berteriak – teriak saja memanggil beliau. Butuh beberapa kali dan waktu untuk membuat mbah mendengar sapaan saya. Dibukakanlah pintu dan diserahkanlah si Laxy pada saya. Uh si Laxy seolah berlari menyongsong saya sambil bilang, ” Oh Mbak teganya kau meninggalkan daku.” hehehehehe

Tak mau memperlama saya pun undur diri, dijalan saya berfikir tentang jalan yang saya tempuh dan tentang ego dalam diri. Saya merasa menemukan diri saya sesungguhnya, ternyata saya adalah orang yang mau bekerja keras demi apa yang diimpikan. Saya merelakan diri untuk lebih bersusah dari yang lain demi sesuatu yang saya anggap benar. dan saya selalu berusaha mempengaruhi sekeliling saya untuk mau membantu ataupun se ide dengan saya. Hemz…sifat seperti itu baikkah?

^^

7 comments on “Ngagel – Mulyorejo

  1. duh, asyik banget baca kalimatmu :)

  2. eh bagus ya ada kotak kecil buat nulis kalimat ituu,

  3. maksud farynda apa ya? hehehehe

  4. [...] (yang pernah muji tulisan saya di Ngagel – Mulyorejo [...]

  5. hahaa , sakno laxy di tinggal :p
    pancet ae lalian :mrgreen:

  6. untung sodara ya mak…
    kalo kayak yang di Delta itu peh kasian bombay deh tak tangisi ajj :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • potrat - potret

    2011-12-09 17.19.03

    2012-01-08 14.31.24

    luphely pemily

    pemily sista

    01022011(013)

    danau unair bersama Rynda

    segarnya dunia

    More Photos
  • Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Join 815 other followers