Leave a comment

Siapa saya?

Sepulang kuliah, rasanya bad mood banget. Badan serasa capek padahal gak nglakuin apa – apa. 2 hari ini tepatnya, saya merasakan hal sama…. Bangun tidur bukan rasa segar yang didapat, namun hanya rasa berat dan sekantung lingkar hitam dibawah mata saya. Ehmz…efek yang sangat tidak saya suka…

Masalah fisik yang saya rasakan sebenarnya tak begitu saya hiraukan, namun lebih pada kekalutan dalam pikiran saya lebih sering begitu jika seperti ini.

Beberapa jam yang lalu tepatnya, kegelisahan saya dimulai. Seperti yang saya ceritakan diatas  di atas permadani kapuk saya, kehendak hati sie ingin tidur karena risih sekali melihat kantung mata yang tergantung riang ini. Apa daya, mungkin karena tak biasa tidur di jam jam sekian maka yang bisa saya lakukan hanyalah memejamkan mata mencoba mengistirahatkan sel sel tubuh ini. Saat itu, masih ada adek kos saya di kamar yang sedang asyik bercengkrama dengan sahabatnya. Bukan istirahat, tapi saya malah asyik mendengarkan perbincangan mereka dalm pejam ini.

Setelah mereka pergi pun, bukan istirahat yang saya lakukan. Saya malah asyik dengan berbagai fikiran saya akan semua hal yang pernah terjadi semasa di kampus dengan segala angan dan mimpi – mimpi yang mengiringi.

Kemudian muncul dalam benak saya tentang satu pertanyaan, “siapa saya?”…dihadapkan pada pertanyaan tersebut, saya terdiam, tercekat dan semakin termenung larut dalam pemikiran mengenai “siapa saya?”

Jujur saya adalah orang yang sedikit suka mem’figuritas’kan orang, jadi ketika saya banyak orang maka jika saya suka terhadap ‘sesuatu’ yang ada pada mereka maka akan dengan mudah saya tiru (follower sejati, wkwkwkw). Namun, di kampus saya jarang tidak sama sekali memfigurkan seseorang karena bagi saya belum ada seseorang yang special yang bisa saya jadikan panutan.

Saya juga tipe orang yang suka melihat sekeliling karena bagi saya mereka semua adalah ensiklopedia hidup dan buku kisah nyata terbaik di dunia. Ketika saya seperti itu, maka saya banyak mendapatkan fenomena – fenomena. Lebih – lebih ketika ada seseorang yang bisa dengan mudah disukai orang lain, maka say juga ingin seperti mereka. Namun pikiran ini terkadang masih membatasi karena terkadang cara mereka untuk disukai orang lain tidak sesuai dengan pemahaman saya.

Semakin saya pikirkan, saya mendapat suatu kesimpulan akan diri saya sendiri. menurut saya, sampai saat ini sebenarnya saya masih belum menemukan pribadi saya. denga kata lain mungkin benar juga kata ayah kalo saya ini anak yang masih ‘labil’. Lantas dibenak saya sekarang bertanya, “Siapa saya sebenarnya?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • potrat - potret

    2011-12-09 17.19.03

    2012-01-08 14.31.24

    luphely pemily

    pemily sista

    01022011(013)

    danau unair bersama Rynda

    segarnya dunia

    More Photos
  • Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Join 815 other followers