Leave a comment

berkat sepotong tempe . . .

Terasa amat berat bangun pagiku tadi, kurasa ini karena efek aktivitasku tadi malam (rhs) :P

Q merasa kurang baik dan itu sangat menggangu, “huft sudahlah dilewati saja cerita itu.”

Tapi sungguh karena aktivitas itu akhirnya membawa dampak buruk bagi hariku ini, paling tidak selama pagi hingga sore. Apa pun yang kulakukan jadi tak beres, sama sekali tak sesuai rencana. Hargz….ingin sekali marah rasanya. Tapi tak mau tak mau karena aku tau kalo marah juga gak ada guna malah akan semakin sial hariku.

Hingga akhirnya kuputuskan untuk keluar mencari sarapan (jam 13.11 WIB), sebenarnya tujuanku mencari pulsa modem dengan langsung beli di ATM (no charge, jadi mending beli di ATM dari pada di counter beda seribu perak ngaruh men…). Kuisi pulsa flashku sebesar Rp. 50.000,00 dengan harapan bisa buat sebulan, eh ternyata apa yang terjadi?? Diluar kendali, 50ribu hanya untuk 2minggu. “Apes” batinku, “hemz……..” hanya itu yang bisa kusuarakan.

Dipikiranku telah berkecamuk berbagai hal tentang kesialanku hari ini, pikirku yeah..ini hukuman dari Tuhan atas apa yang aku perbuat. “Tau rasa deh lho”…

Selanjutnya aku berpikir, “akankah hariku akan tersu sial satu hari ini? …. teman tak datang, pekerjaan tak beres, keblondrok (bahasa Rynda) pulsa. haduh lantas apa lagi ini??” Saat itu aku sedang membeli penyetan (penyet lele~~~yummmi ^o^ ) di warung ibu yang tak kukenal namanya namun akrab sekali.

ohh ada cerita manis disitu, hahahahaha “lho kog ketawa?” Jadi gini, pas dateng di warung itu aku langsung ajj nylonong kayak biasanya. Gak seperti biasanya aku langsung manggil “ibuk … ibuk….ibuk…beli…” yang kulakukan hanya bengong, bengong karena melihat anaknya ibuk yang lelaki nampak aneh. Dengan dasi merah putih untuk pramuka diikatkan di kepalanya yang nampak berpeluh dan hitam.hehehe…lalu dia senyum – senyum sendiri, geleng – geleng dan senyum serta ngomong sendiri. Akupun terpana, namun anehnya tak ada orang disekitarnya merasa aneh dengan tingkahnya ataupun melakukan hal yang seharusnya dilakukan ketika dekat denga keluarganya yang sedikit (maaf) gila.

Langsung saja pikiranku terbang ke taman anganku sendiri, saling tanya dan dijawab sendiri (lhah ikutan gila nie) huhuhu….

Diotakku terjadi dialog:

“hah….orang itu, bukannya anaknya ibu penjual penyet ini?”

“kog jadi gitu, ada apa ya? Masa tah gila, ehmz enggak enggak….tapi kogh gitu. kalopun gila karena apa dan siapa?”

“Wah sedang balik, apa dicerai ma si istri akhirnya stress??Atau gak dapet – dapet kerja akhirnya jadi gitu?

“Waduh kasian banget. . .” :(

“Tapi tapi, jangan berpikir buruk dulu kali ajj hanya gendeng sementara Finda. kamu itu…atau dia hanya acting.”

Lalu ibu penjual datang dan dialog dalam pikiranku pun usai….

Sembari kuungkapkan pesananku, lalu akupun ingin segera mendaftarkan paket flashku. Ciahay…..senengnya dalam hati, hingga akhirnya aku tau kalo paket promoku 50 ribu sebulan habis. Senyum yang tadinya menghiasi wajahkupun jadi kecut.”hemz….lemes…sial….”

tiba – tiba ada malaikat kecil datang dan memanggilku dengan lembut, “mbak……” dia melempar senytum yang sangat manis. Siapa kah dia? Dia adalah cucu dari ibu penyet (kata ‘penjual’ gak ditulis, kepanjangan :P ), dia berjalan ke arahku lucu. Lalu duduk dan akhirnya saat itu pula aku tau bahwa anak bu penyet gak gila, hanya saja sedang ‘ngudang’ anaknya. hahahahahaha

Kulanjutkan kisahku dengan pulang ke kos, dengan sedikit membawa pikiran yang tersisa tentang ke’ sial’an ku…Karena sudah sangat lapar, kubuka saja bungkusan dari bu penyet. “hemz alhamdulillah akhirnya makan juga.” gumamku…

Q buka perlahan, jleder……”Penyet lele ya? humz gak ada tempenya dunz T.T” padahal sudah pengen banget diriku sejak kemarin. “Ya sudahlah…..” hiburku. Tetap senyum untuk menguatkan diriku sendiri…

Tapi apa yang terjadi?? ye……ternyata setelah kusingkapkan sambal – sambal yang menyelimuti penyetanku disitu nampak sepotong tempe sedang tersenyum ramah padaku dan sembari berkata, “hai Finda makanlah aku supaya kamu bahagia.” tersenyum lagi tempe padaku. Alangkah senang hatiku saat itu dan tanpa menunggu lama langsung saja kusantap tempe dkk yang bergabung jadi satu dalam penyetanku.

:) …happy ending

 

Tapi baru saja terlintas dalam pikiranku, “Wah enak dan seneng di kamu Fin. tapi kamu gak tau perasaannya tempe. pasti dia kesakitan pas kamu makan tadi. dasar kamu… “

hahahahahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • potrat - potret

    2011-12-09 17.19.03

    2012-01-08 14.31.24

    luphely pemily

    pemily sista

    01022011(013)

    danau unair bersama Rynda

    segarnya dunia

    More Photos
  • Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Join 815 other followers